Ahmad Maskuri: Konsolidasi Demokrasi menjadi wadah menanggapi tantangan demokrasi saat ini.
|
Ahmad Maskuri: Konsolidasi Demokrasi menjadi wadah menanggapi tantangan demokrasi saat ini.
Kota Bengkulu, Bawaslu Kota Bengkulu --- Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bengkulu Ahmad Maskuri menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi menjadi wadah bersama dalam menanggapi tantangan dinamika demokrasi dan Pemilu yang sedang terjadi.
"Konsolidasi demokrasi menjadi wadah bersama dalam menanggapi tantangan demokrasi dan Pemilu yang sedang berkembang saat ini, salah satunya terkait isu revisi Undang - Undang Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah." Ungkapnya. Kamis (5/2/26), di ruang sidang Bawaslu Kota Bengkulu.
Hal tersebut disampaikan Bung Ahmad (Sapaan akrabnya, Red) ketika memberi tanggapan pertanyaan rekan - rekan perwakilan Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan dalam agenda Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan oleh Bawaslu Kota Bengkulu.
Dalam paparannya, Ahmad juga memaparkan tantangan dalam penanganan pelanggaran Pemilu.
"Kami menyadari, dalam penanganan pelanggaran Pemilihan Umum masih ada kendala yang dihadapi. Seperti keterbatasan waktu, keterbatasan personil pengawas di tingkat kelurahan/ desa." Katanya.
Lebih lanjut disampaikan, terkait masih rendahnya partisipasi pemilih. Khususnya di sekitar kampus yang banyak persoalan terkait pemilih. Tutupnya.
Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Bawaslu Kota Bengkulu Rahmat Hidayat dan Kordiv Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Leka Yunita Sari, serta diikuti jajaran staf kesekretariatan.
Sedangkan perwakilan OKP yang hadir dalam agenda konsolidasi demokrasi diantaranya dari HMI Cabang Bengkulu M Lutfi dan Redo, Restu Alam dari GMNI, dan Ketua PMII Cabang Bengkulu Habib dan Soleha. (Humas Bawaslu Kota Bengkulu)
Penulis: AK
Dokumentasi dan Humas: Ivonda M