Bawaslu Kota bahas persoalan APK yang merusak Lingkungan bersama WALHI Bengkulu
|
Bawaslu Kota bahas persoalan APK yang merusak Lingkungan bersama WALHI Bengkulu
Bengkulu, Bawaslu Kota Bengkulu — Ketua Bawaslu Kota Bengkulu Rahmat Hidayat dan Anggota Bawaslu Kota Bengkulu Leka Yunita Sari dan Ahmad Maskuri beserta staf melaksanakan Konsolidasi Demokrasi di Sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bengkulu yang dihadiri langsung oleh Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu Dodi Faizal beserta jajaran. Kamis (7/5/2026)
Dalam sambutannya Rahmat menyampaikan bahwa berdasarkan instruksi Bawaslu RI agar Bawaslu Kabupaten/Kota melaksanakan konsolidasi demokrasi dan tentu dengan instruksi tersebut kami sudah melaksanakan beberapa kali kegiatan konsolidasi demokrasi dan hari ini bersama rekan - rekan WALHI Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Hidayat menyampaikan berbagai persoalan menarik terkait Pemilu dan Lingkungan, diantaranya tentang Alat Peraga Kampanye (APK), dimana Alat Peraga Kampanye (APK) ini selalu menjadi persoalan karena dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 yang secara tegas mengatur tentang pemasangan APK berdasarkan zona pemasangan dengan memperhatikan estetika lingkungan dan di PKPU nya pun juga mengatur terkait dengan pemasangan APK dan jumlah APK yang di perbanyak untuk dipasang.
"Bagi Bawaslu sendiri sebenarnya masih ada berbagai persoalan terkait APK, seperti pemasangan APK yang tidak sesuai, dan mekanisme proses penertiban APK yang harus melibatkan banyak pihak, diantaranya Satpol PP." Ungkapnya.
Lebih lanjut disampaikan, seperti ketika habisnya masa kampanye dan sudah masuk tahapan masa tenang namun APK ini masih terpasang, sedangkan berdasarkan aturan H-1 masa tenang masing-masing calon atau tim kampanye sudah harus menertibkan APK, namun kenyataan dilapangan masih ada APK yang terpasang.
Kemudian bagaimana membangun isu terkait menjaga Lingkungan hidup di Bengkulu, diharapkan kedepannya hal termasuk juga masuk dalam visi - misi para peserta Pemilu maupun Pilkada.
Dalam kesempatan ini juga di diskusikan terkait membangun sistem pemilu yang Rama Lingkungan, seperti penggunaan bahan pembuatan Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye yang mudah terurai dan tidak merusak alam, dan pemilu yang tidak banyak menggunakan bahan dasar kertas.
Menurut Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu Dodi Faizal, semakin tinggi penggunaan bahan kertas sebagai logistik Pemilu, maka hal tersebut juga berkorelasi terkait meningkatkan penggunaan bahan kayu sebagai bahan dasar kertas.
"Walaupun upaya alternatif seperti penggunaan bahan dasar kertas dari bambu sudah ada, namun bahan dasar kertas dari kayu tetap besar." Jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, mendorong alternatif Pemilu dengan menggunakan sistem e-voting yang menjadi salah satu topik bahan diskusi.
Selanjutnya menyikapi pembahasan Dirut WALHI terkait e-voting, Ketua Bawaslu Kota Bengkulu menyampaikan bahwa sebenarnya dalam proses Pemilu/ Pemilihan yang ramah lingkungan memang sangat pas, namun yang menjadi persoalan adalah mampukah kita Indonesia dengan kondisi geografis daerah di Indonesia ini yang tidak sama dalam hal pemenuhan jaringan, namun memang gagasan itu sudah lama ingin dilaksanakan dan pernah dibahas oleh banyak pihak.
"Setidaknya dengan sistem e-voting, minimal mampu mengurangi biaya besar dalam proses pencetakan surat suara." Jelasnya.
Diakhir kegiatan Rahmat menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dirut WALHI Bengkulu beserta jajaran yang sudah menerima Bawaslu Kota Bengkulu dalam melaksanakan Konsolidasi Demokrasi, dengan adanya pertemuan ini semoga kedepannya kita dapat saling berkolaborasi dalam pelaksanaan Pemilu/Pemilihan yang lebih baik. Pungkasnya. (Humas Bawaslu Kota Bengkulu)
Penulis: Yogi R
Editor: AK
Dokumentasi: Devan N