Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kota Bengkulu Jalin Sinergi dengan FISIPOL UNIHAZ
|
Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kota Bengkulu Jalin Sinergi dengan FISIPOL UNIHAZ
Kota Bengkulu, Bawaslu Kota Bengkulu — Dalam upaya memperkuat konsolidasi demokrasi dan meningkatkan pengawasan partisipatif, Bawaslu Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan diskusi bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ) Kota Bengkulu. Selasa (5/5/26)
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Bawaslu dalam membangun kolaborasi dengan kalangan akademisi guna memperluas edukasi politik dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan Pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Bengkulu, Rahmad Hidayat, menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif merupakan kunci dalam menciptakan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap pentingnya pengawasan.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, untuk membangun kesadaran kolektif dalam mengawasi jalannya Pemilu. Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong generasi muda agar lebih aktif dalam pengawasan partisipatif,” ujar Rahmad.
Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Dr. Henny Aprianty, M.Si menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Bawaslu Kota Bengkulu.
Ia menyampaikan bahwa pihak kampus siap berperan aktif dalam mendukung penguatan demokrasi melalui berbagai kegiatan akademik dan kolaboratif.
“Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mengintegrasikan pembelajaran di kampus dengan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam proses pengawasan Pemilu,” ungkap Henny.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Bengkulu sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Leka Yunita Sari, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan difokuskan pada program - program edukatif yang kreatif dan inovatif.
“Ke depan, kami akan mendorong berbagai bentuk kerja sama seperti podcast edukasi kepemiluan, program magang dan KKN tematik, serta pembuatan film pendek oleh mahasiswa sebagai media kampanye pengawasan partisipatif,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Bengkulu dan FISIPOL UNIHAZ sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup pengembangan program edukasi politik dan pengawasan partisipatif berbasis kampus.
Diharapkan, sinergi antara Bawaslu dan FISIPOL UNIHAZ dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Bengkulu serta mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam mengawal jalannya Pemilu. (Humas Bawaslu Kota Bengkulu)